Underpass Gatot Subroto, Perkuat Konektivitas dan Kelancaran Lalu Lintas Kota Medan
Medan — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Bina Marga terus berupaya untuk memperlancar konektivitas di Kota Medan, Prov. Sumatera Utara. Salah satunya dengan pembangunan Underpass Gatot Subroto (Gatsu), Kota Medan.
Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Marga, Rakhman Taufik, menjelaskan bahwa tujuan utama pembangunan underpass ini adalah untuk mengurai simpul kemacetan di persimpangan empat arah, yaitu Jalan Medan (jl. Gatot Subroto)–Binjai (jl. Gatot Subroto) dan Jl. Ring Road– Jl. Asrama. “Sejak adanya Underpass ini, waktu tempuh kendaraan di Simpang Manhattan berkurang sekitar 74%, sehingga dapat mengurangi biaya operasional kendaraan hingga 30%” jelas Rakhman.
Hal ini disampaikan olehnya pada saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Medan, Prov. Sumatera Utara pada Jumat (30/01). Underpass sepanjang 750 meter ini telah operasional dan diresmikan secara hybrid oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 19 November 2025 lalu.
Underpass Gatot Subroto yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp200 miliar ini terdiri dari empat lajur dua arah dengan lebar total sekitar 20 meter. Selain itu struktur dinding menggunakan diaphragm wall untuk memastikan kedap air dan perkerasan jalannya menggunakan rigid pavement.
“Untuk mengantisipasi genangan air, underpass ini juga dilengkapi rumah pompa yang bekerja secara otomatis ketika muka air meningkat, sehingga air dapat segera dialirkan ke saluran terdekat,” tambah Rakhman.
Syaiful Huda selaku pimpinan rombongan Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur strategis di sektor transportasi.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang telah dibangun, seperti Underpass Gatot Subroto, benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi kemacetan.”kata Huda. (HAL/Mar/Vna)