Media & Informasi

Informasi

08 Jan 2026
11
Print

Dukung Akses Distribusi Pertanian, Kementerian PU Tuntaskan PISEW Tahap II di Kutai Barat

Kutai Barat - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahap II di Kec. Barong Tongkok, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sepanjang 235,5 meter jalan yang menghubungkan Desa Sumber Sari dan Desa Belempung Ulaq selesai diberi perkerasan/beton demi permudah para petani mendistribusikan hasil buminya.

PISEW sendiri merupakan program strategis Kementerian PU untuk membangun infrastruktur di lingkup desa/kecamatan dengan pendekatan padat karya masyarakat setempat. Hal ini untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian lokal hingga mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah.

“PISEW bukan sekadar membangun jalan atau saluran, tetapi membuka ruang bagi masyarakat desa untuk bekerja, berdaya, dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayahnya. Melalui pendekatan padat karya, masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan di desanya,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur, Evry Meiliala, mengatakan pekerjaan PISEW di Barong Tongkok dilaksanakan karena belum tersedianya akses jalan yang layak bagi masyarakat, “khususnya untuk mempermudah kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat lokal,” katanya.

“Lingkup pekerjaan PISEW Tahap II ini yaitu perkerasan rabat beton, sebelumnya juga dilakukan Uji California Bearing Ratio (CBR) Jalan, Job Mix Formula (Mutu Beton: 18 Mpa), hingga Uji Kuat Tekan Beton,” kata Evry.

Lebih lanjut, Evry menjelaskan sebanyak 15 orang masyarakat lokal dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi, dengan total 394 Hari Orang Kerja (HOK). “Pekerjaan meliputi persiapan lahan (perataan dan pemadatan tanah dasar), pemasangan bekisting, pemasangan plastik cor (plastic sheet), serta pengecoran beton menggunakan concrete mixer,” katanya.

“Sementara waktu pelaksanaan dimulai sejak 3 Oktober 2025 hingga 31 Desember 2025 dengan memanfaatkan APBN TA 2025 senilai Rp500 Juta,” kata Evry.

Sunadi, Petani di Barong Tongkok, turut bersyukur dengan selesainya program PISEW ini. Menurutnya jalan yang semula becek sekarang sudah enak dilalui, “alhamdulillah untuk perjalanan lancar, baik untuk antar pupuk, mengangkut hasil kebun, hingga aktivitas sehari-hari,” katanya.

“Mudah-mudahan pekerjaan ini dapat diperpanjang lagi hingga ke kebun-kebun lainnya,” harap Sunadi. 

Barong Tongkok merupakan kecamatan di Kutai Barat yang mayoritas masyarakatnya ber-etnis suku Dayak terutama Dayak Tunung (Tonyoy-Benuaq) dan masih kental adat budayanya. Diperlukan waktu tempuh 8,5 jam dari Kota Samarinda menggunakan jalur darat yang melewati hutan hujan tropis. (Ang)