Air Bersih Sudah Mengalir di Masjid Simpang Lhee, Sumur Bor Kementerian PU Dirasakan Langsung Manfaa
Aceh Tamiang – Upaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam memulihkan layanan dasar pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus membuahkan hasil. Melalui pembangunan sumur bor di 24 titik, akses air bersih yang sempat terganggu secara bertahap mulai pulih dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Salah satu lokasi yang telah beroperasi dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat adalah sumur bor di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed. Sumur bor ini memiliki kedalaman 82 meter ini mulai beroperasi untuk menyediakan air bersih guna memenuhi kebutuhan ibadah sekaligus keperluan air bersih harian bagi warga sekitar.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Menteri Dody.
Bagi masyarakat, kehadiran sumur bor ini menjadi solusi tanggap darurat atas kesulitan air bersih yang selama ini dialami pascabencana. Aktivitas wudu, kebersihan masjid, hingga kebutuhan rumah tangga warga kini dapat kembali berjalan normal.
Salah satu warga Manyak Payed, Aisyah Rahmi mengungkapkan rasa syukur atas berfungsinya sumur bor tersebut. Sejak bencana, warga merasa sangat kesulitan air bersih.
"Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir lancar. Jamaah bisa beribadah dengan tenang, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya, tidak perlu antre lagi. Kami berharap sumur ini terus dijaga dan berfungsi lama karena sangat membantu kami,” kata Aisyah Rahmi.
Selain Masjid Simpang Lhee, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I juga terus melaksanakan pengeboran sumur bor di berbagai lokasi lainnya di Aceh Tamiang. Di Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 86 meter dari rencana 100 meter. Hasil kajian menunjukkan potensi akuifer berada pada kedalaman 23–35 meter dan di atas 150 meter, sehingga saat ini dilakukan persiapan konstruksi lanjutan sebagai pendukung sumur bor.
Di Masjid Al Ikhlas, Gampong Sukajadi, Kecamatan Banda Mulia, pengeboran telah mencapai kedalaman 76 meter dengan potensi akuifer pada rentang 39–78 meter. Lokasi ini diproyeksikan menjadi sumber air bersih bagi jamaah dan warga sekitar.
Selanjutnya pengeboran di Kantor Datok Gampong Menanggini, Kecamatan Karang Baru saat ini baru mencapai tahap pilot hole sedalam 25 meter dari rencana 60 meter. Pekerjaan sempat terkendala akibat kerusakan gearbox alat bor dan sudah dalam proses penanganan teknis.
Di Pesantren Darul Mukhlisin, Kecamatan Karang Baru, pengeboran pilot hole telah mencapai kedalaman 96 meter dari target 100 meter. Lokasi ini memiliki potensi akuifer di beberapa lapisan, yakni pada kedalaman 8–19 meter, 28–39 meter, serta di atas 98 meter, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.
Untuk fasilitas pendidikan, pengeboran juga dilakukan di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II Sidomulyo, Kecamatan Banda Mulia. Pilot hole telah mencapai kedalaman 82 meter dan saat ini memasuki tahap persiapan konstruksi sumur.
Di wilayah Desa Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, pengeboran pilot hole telah mencapai kedalaman 100 meter sesuai rencana dengan potensi akuifer pada kedalaman 39–78 meter dan 78–92 meter. Saat ini pekerjaan dilanjutkan ke tahap konstruksi sumur.
Pengeboran juga berlangsung di Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara yang telah mencapai kedalaman 118 meter dari rencana 150 meter dan tengah memasuki tahap konstruksi sumur.
Sementara di Desa Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, pengeboran pilot hole telah selesai pada kedalaman 92 meter. Sumur telah selesai dikonstruksi dan saat ini dilakukan well development atau pencucian sumur, sekaligus persiapan pemasangan pompa agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Untuk mendukung ketepatan lokasi pengeboran, Kementerian PU juga telah melaksanakan survei geolistrik di sejumlah titik, antara lain Desa Gelung (Kecamatan Seruway), Desa Meurandeh (Manyak Payed), Kecamatan Tenggulun di dua lokasi, Padang Linggis, Pante Cempa, Bandar Khalifah Hulu, dan Ronggoh. Pada 10 Januari 2026, survei geolistrik tambahan juga dilaksanakan di beberapa lokasi usulan baru, termasuk wilayah Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, serta penambahan dua titik cadangan sebagai antisipasi kebutuhan ke depan. (Tri)